Saturday, September 29, 2012

RKS 2012-2015 SDN SUKASLAMET 3


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Yang melatarbelakangi penyusunan RKS yaitu: pertama, adanya kebijakan MBS yaitu bahwa anggaran sekolah dikelola secara mandiri oleh dengan melibatkan dewan guru dan komite sekolah; kedua, adanya kebijakan wajib belajar 9 tahun yang bermutu, yaitu antara lain bahwa anggaran sekolah menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu dan sekolah tidak menghalangi siswa, orangtua yang mampu atau walinya untuk memberikan sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada sekolah; ketiga, adanya kebijakan program BOS, yaitu bahwa BOS pada dasarnya untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajar dikdas 9 tahun. Namun demikian ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan personalia yang boleh dibiayai dari dana BOS.  
            Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah/madrasah harus membuat Rencana Kerja Sekolah/Madrasah yang terdiri dari Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT).
Dengan kata lain sekolah/madrasah tidak dapat disebut memiliki RKS/M jika hanya memiliki RKJM dan belum menyusun RKT, karena RKT merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan bentuk pelaksanaan dari RKJM.
Sekolah Dasar Negeri Sukaslamet III berlokasi di jalan PU Sukaslamet Desa Sukaslamet Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu. Sekolah Dasar Negeri Sukaslamet III  merupakan salah satu sekolah dasar dari 27 sekolah dasar yang ada di Kecamatan Kroya yang masih memerlukan pembenahan disegala bidang, terutama dalam hal kesiswaan, kurikulum, kegiatan pembelajaran, tenaga pendidik dan kependidikan, manajemen, sarana dan prasarana, keuangan, peningkatan hubungan dengan masyarakat yang ada di sekitar sekolah dn lain sebagainya. Tentunya dalam hal meningkatkan mutu Pendidikan dimasa yang akan datang.
Upaya meningkatkan mutu Pendidikan dalam dunia persekolahan tentu akan melibatkan berbagai komponen pendukung. Optimalisasi peran  dan semua komponen yang ada diperlukan tatanan yang terprogram dengan baik, terencana secara sistematis, serta berkesinambungan, sehingga satu sama lain kompoenen tersebut dapat saling mendukung secara sinergis kearah pencapaian mutu sekolah yang ditargetkan dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian kejelasan rumusan indikator – indikator dalam rencana program kerja Sekolah akan sangat menentukan arah dan sasaran yang dicapai dalam beberapa tahun ke depan.

B.   Tujuan
1.        Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/madrasah dapat dicapai;
2.        Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah/madrasah;
3.        Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik intra pelaku di sekolah/madrasah, antar sekolah/ madrasah, Disdik Kab/Kota/Provinsi,  dan antar waktu;
4.        Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan;
5.        Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah/madrasah dan masyarakat;
6.        Menjamin penggunaan sumber daya sekolah/madrasah yang ekonomis, efisien, efektif, berkeadilan, berkelanjutan serta memperhatikan kesetaraan gender.

C.   Sasaran
                 Tantangan utama yang akan dicapai sekolah dalam waktu 4 tahun ke depan. Penetapan sasaran sekolah ini bertujuan untuk dijadikan pedoman dalam penyusunan program dan kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu tertentu guna merealisasikan alternatif pemecahan tantangan yang telah dirumuskan. Dengan memperhatikan 5 hal :
       1.  Spesifik
            Secara jelas mengidentifikasikan apa yang harus dicapai.
       2.  Measurable (Terukur)
            Secara jelas menggambarkan ukuran sasaran.
       3.  Achievable (Dapat Dicapai)
            Realistis dalam arti memungkinkan untuk dicapai.
       4.  Relevan
            Berkaitan dengan kepentingan peserta didik dan pemangku kepentingan sekolah.
       5.  Time Bound (Berjangka Waktu)
            Tercapai dalam jangka waktu tertentu.
      
D.   Dasar Hukum
       Adapun landasan hukum dibuatnya Rencana Kerja Sekolah (RKS) ini adalah sebagai berikut :
1.    Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2.    Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
3.    Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan;
4.    Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010;
5.    Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
6.    Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/ Madrasah;
7.    Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar;
8.    Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
9.    Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan;
10. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

E.   Sistematika Penyusunan RKS
                     Rencana Kerja Sekolah (RKS) SDN Sukaslamet III dikembangkan berdasarkan Sistematika sebagai berikut :
Bab I      :     Pendahuluan
                  (Berisi latar belakang, tujuan, sasaran, dasar hukum, sistematika, alur penyusunan RKS).
Bab II     :     Identifikasi Kondisi Sekolah Saat Ini
                        (Berisi 3 hal yaitu: (1) melakukan EDS, (2) membandingkan hasil EDS dengan acuan standar sekolah, (3) merumuskan tantangan utama/prioritas sekolah).
Bab III    :     Identifikasi Kondisi Sekolah Masa Depan Yang Diharapkan
                        (Berisi 4 hal/langkah yaitu: (1) rumusan visi sekolah, (2) rumusan misi sekolah, (3) rumusan tujuan sekolah, dan (4) rumusan sasaran dan indicator kinerja).
Bab IV   :     Perumusan Program dan Kegiatan
                        (Berisi  2 hal yaitu: (1) program dan penanggung jawab program, (2) kegiatan, indikator kegiatan, dan jadwal kegiatan).
Bab V    :     Perumusan Rencana Anggaran Sekolah
                        (Berisi rencana anggaran jangka menengah sekolah untuk melaksanakan program dan kegiatan yang dirumuskan pada bab IV yaitu dengan langkah: (1) membuat rencana biaya sekolah, (2) membuat rencana pendanaan/penerimaan sekolah, (3) menyelaraskan rencana biaya dengan sumber pendanaan/penerimaan sekolah).
Bab VI   :     Penutup
                     (Memuat kaidah pelaksanaan yang meliputi penjelasan antara lain: (1) bahwa RKS merupakan pedoman dalam penyusunan RKTS/RKAS, (2) penguatan peran para stakeholders dalam pelaksanaan RKS, (3) bahwa RKS merupakan dasar evaluasi dan laporan pelaksanaan atas kinerja.


F.    ALUR DAN PROSES PENYUSUNAN RKS
                 Proses penyusuna RKS dilakukan  melalui tiga alur proses kegiatan, yakni : (1). Persiapan, (2). Penyusunan RKS, dan (3). Pengesahan
       Digambarkan sebagai berikut :


PERSIAPAN :

1.   Pembentukan tim pengembang sekolah
2.   Pembekalan/orientasi TPS

PENYUSUNAN RKS:

1.    Menetapkan kondisi sekolah saat ini
2.    Menetapkan kondisi sekolah yang diharapkan.
3.    Menyusun program, kegiatan dan indikator kinerja.
4.    Menyusun rencana anggaran sekolah
5.    Menyusun RKS dan RKAS
            PENGESAHAN :
1.    Penyetujuan oleh rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan komite sekolah.
2.    Pengesahan oleh pihak yang berwenang,
3.    Sosialisasi kepada pemangku kepentingan pendidikan.
 


















                                      






BAB II
IDENTIFIKASI KONDISI SEKOLAH SAAT INI


A.       Evaluasi Diri Sekolah

         Untuk melihat gambaran yang jelas tentang situasi sekolah saat ini, sekolah telah melakukan evaluasi diri sekolah yang didasarkan pada standar nasional pendidikan (SNP) dan/atau standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan dasar dengan menggunakan instrumen EDS. Gambaran Kinerja sekolah yang akan dipakai sebagai dasar dalam penyusunan RKS dapat kami tunjukkan sebagai berikut:

Merumuskan tantangan
Kondisi Sekolah Saat Ini
(Hasil EDS)
Acuan Standar Sekolah
Tantangan






STANDAR ISI
KTSP belum direviu setiap tahun
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, Pasal 6 Ayat (1)  menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas 5 kelompok mata pelajaran,

Pembentukan Tim Pengembang kurikulum.
Pelatihan tim pengembang kurikulum.
Karakter dalam kurikulum sekolah kami belum seluruhnya terintegrasi dalam silabus setiap mata pelajaran
Kurikulum didasarkan pada 7 prinsip pengembangan    kurikulum
memfasilitasi peningkatan pengembangan silabus.

Belum memuat program remedial dan pengayaan secara sistematis
Prinsip Pelaksanaan Kurikulum

memfasilitasi peningkatan program remedial dan pengayaan yang sistematis
Belum memuat program tindak lanjut secara maksimal
Muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat dan kondisi budaya,usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran
memfasilitasi kegiatan tindak lanjut dan pelaksanaan kegiatan konseling.
Sekolah kami belum melibatkan masyarakat dalam melaksanakan pengembangan ekstrakulikuler
Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral
Sekolah memfasilitasi peningkatan kegiatan ekstrakurikuler, dan pengembangan ekstrakurikuler dengan melibatkan masyarakat

75 % guru membuat RPP berkarakter
100 % guru membuat RPP berkarakter
Mengoptimalkan agar 100 % guru membuat RPP berkarakter
STANDAR PROSES



sekolah kami belum mempertimbangkan silabus sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah
Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, Kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
sekolah kami belum mempertimbangkan silabus sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah
33% (3 Orang) guru menyusun silabus dengan mencontoh yang sudah ada
Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis ( terdiri dari Komponen RPP ; Identitas mata pelajaran, Standar kompetensi, Kompetensi dasar, Indikator pencapaian kompetensi, Tujuan pembelajaran, Materi ajar, Alokasi waktu, Metode pembelajaran, Kegiatan pembelajaran yang terdiri dari Pendahuluan,Inti dan Penutup ) agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Sekolah kami perlu memfasilitasi penyusunan dan pengembangan silabus, dengan cara mengefektifkan kegiatan KKG dan menghadirkan nara sumber
46%( 5 Orang) guru belum menerapkan prinsip-prinsip PAIKEM/CTL

100% guru menerapkan prinsip-prinsip PAIKEM/CTL
Sekolah kami perlu memfasilitasi 4 orang guru  untuk menerepkan prinsip PAIKEM / CTL.
64% (5 orang) guru di sekolah kami dalam penyusunan RPP belum memperhatikan perbedaan gender, kemampuan, emosional, gaya belajar dan kebutuhan
Penyusunan RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.
Sekolah perlu memfasilitasi 9 orang guru dalam perbaikan penyusunan dan pelaksanaan RPP dengan melihat perbedaan gender kemampuan, emosional, gaya belajar dan kebutuhan.

Sekolah kami belum memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar
Sekolah kami belum memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

Pemanfaatan perpustakaan dan lingkungan sebagai sumber belajar
Sekolah kami perlu memfasilitasi guru untuk menggunakan Buku perpustakaan dan lingkungan sebagai sumber pelajaran

Sekolah kami belum memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar
Sekolah kami belum menggunakan buku panduan sebagai sumber belajar
Sekolah kami belum memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar
Buku pelajaran di Sekolah kami belum mencukupi untuk satu siswa 1 buku atau (1:1)
guru membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di perpustakaan sekolah/madrasah.
Selain buku teks pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan, buku referensi dan sumber belajar lainnya
Rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per mata pelajaran
Sekolah kami perlu menfasilitasi guru untuk menggunakan buku teks sebagai sumber pelajaran
56% (5) guru belum menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Sekolah kami perlu memfasilitasi 5 orang guru untuk menggunakan pendekatan PAIKEM/ CTL,

Di sekolah kami 67% (6 orang) guru belum mengolah kelas secara efektif dan memberi kesempatan yang sama kepada para siswa untuk memberikan eksplorasi, elaborasi serta mendapatkan konfirmasi
Dalam Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.
Sekolah kami perlu memfasilitasi 6 orang guru dalam mengelola kelas secara efektif dan memberi kesempatan yang sama kepada para siswa untuk melakukan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, dengan mengikutsertakan mereka pada pembinaan/diklat
Di sekolah kami belum sepenuhnya program supervisi dilaksanakan
Di sekolah kami pelaksanaan supervisi belum dilakukan dengan cara pemberian contoh, pelatihan, diskusi dan konsultasi
Belum melaksanakan program tindak lanjut secara optimal.
Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
Di sekolah kami perlu melaksanakan supervisi pembelajaran dengan lebih terprogram termasuk melaksanakan tindak lanjut
Hasil supervisi dan evaluasi proses pembelajaran belum ditindaklanjuti dengan penguatan dan penghargaan bagi yang telah memenuhi standar, teguran bersifat mendidik bagi yang belum memenuhi standar, diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran lebih lanjut ataupun pembinaan yang bersifat menyeluruh
Sekolah kami belum melaporkan hasil supervisi kepada pemangku kepentingan
Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi
Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan.

Sekolah perlu memfasilitasi program tindak lanjut dari hasil supervisi dan evaluasi melalui penguatan, penghargaan, teguran, diklat dan pembinaan dari pemangku kepentingan

STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN
Prestasi UN Sekolah berpredikat kurang
 ( 4,82)
1.  < 5,49 ( kurang )
2.  5,50 – 6,49 (cukup)
3.  6,50 – 7,49 (memuaskan)
4.  7,50 – 10,00 (sangat memuaskan)
Menaikkan nilai rata – rata UN sebesar 1,67 (dari 4,82 menjadi 6,49)
Di sekolah kami nilai rata-rata untuk setiap mata pelajaran belum menunjukkan peningkatan prestasi belajar
Sekolah kami belum meningkatkan nilai rata-rata setiap mata pelajaran
Hasil belajar siswa dapat mencapai target yang ditetapkan pada KKM untuk setiap mata pelajaran dari setiap kelas
Nilai rata-rata untuk setiap mata pelajaran untuk setiap kelas menunjukkan adanya kenaikan.
Hasil lulusan ujian dapat berhasil 100 % untuk setiap tahunnya dan rata-rata nilai cenderung meningkat
Sekolah kami perlu memfasilitasi para peserta didik untuk dapat meningkatkan hasil belajar secara konsisten

Di sekolah kami perolehan nilai tugas-tugas peserta didik belum menunjukkan peningkatan
Sekolah kami belum memanfaatkan berbagai sumber belajar melalui kelompok belajar/tayangan alat media elektronik
Keterlibatan peserta didik memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar.
Sekolah kami perlu memfasilitasi para peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar dari berbagi sumber, melalui kelompok belajar, tayangan alat media elektronik
65% sekolah kami belum mampu mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya

Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya

Sekolah kami perlu memfasilitasi 65% peserta didik untuk mengekspresikan diri, melalui kegiatan seni dan budaya(kompetisi/lomba)
Di sekolah kami para peserta didik belum sepenuhnya memahami tentang makna disiplin, toleransi, kejujuran, kerja keras, dan perhatian kepada orang lain
Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab.

Sekolah kami perlu mensosialisasikan kepada para peserta didik untuk memahami dan melaksanakan  makna disiplin, toleransi, kejujuran, kerja keras dan perhatian kepada orang lain
Di sekolah kami menyusun program pengembangan kepribadian hidup, namun belum bisa diselenggarakan sepenuhnya sesuai dengan bakat dan minat peserta didik
17% peserta didik mengikuti kegiatan pengembangan keterampilan hidup
Di sekolah kami menawarkan berbagai keterampilan hidup namun tidak sepenuhnya sesuai dengan bakat dan minat peserta didik
Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya
Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya
Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
Sekolah kami perlu memfasilitasi pengembangan keterampilan hidup melalui penambahan kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai bakat dan minat peserta didik (17%)
75 % Peserta didik berperilaku sesuai dengan adat istiadat, norma/aturan yang berlaku di sekolah Maupun di masyarakat sekitar
25% Peserta didik sekolah kami dalam menerapkan nilai agama dan budaya belum secara konsisten
Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
Menunjukkan sifat jujur dan adil
Mengenal keragaman agama, budaya, suku, ras dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya
Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal
Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntunan agamanya
Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan
Sekolah kami perlu memfasilitasi 100% peserta didik dalam peningkatan penerapan nilai agama dan budaya, dengan kegiatan pembiasaan
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Pendidik di sekolah kami belum memberikan layanan pembelajaran dengan kualitas bagi semua peserta didik
Jumlah guru kelas sama dengan jumlah rombel, ditambah beberapa guru mata pelajaran sesuai dengan keperluan
Sekolah kami perlu memfasilitasi guru untuk memberikan layanan pembelajaran dengan kualitas  bagi semua peserta didik, termasuk peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus dengan mengangkat pendidik/ guru khusus
Di sekolah kami belum terdapat  jumlah tenaga kependidikan yang sesuai dengan standar yang ditentukan

Di sekolah kami belum memiliki tenaga administrasi
Jumlah guru kelas sama dengan jumlah rombel, ditambah beberapa guru mata pelajaran sesuai dengan keperluan.
Kepala Administrasi dapat diangkat apabila sekolah madrasah memiliki lebih dari 6 rombel
Pengelola Perpustakaan, Laboratorium IPA
Petugas layanan khusus (Pesuruh,Penjaga,Kebun/ kebersihan)

Sekolah kami perlu mengusulkan 3 orang tenaga kependidikan (KA TU, pengelola perpustakaan, penjaga dan tenaga administrasi) untuk memenuhi standar yang ditentukan
Di sekolah kami guru yang belum berijazah SI  62% (5 orang masih dalam proses)
Di sekolah kami guru yang belum bersertifikat 100% (8 orang ) 2 orang sedang proses
Pendidikan ; minimal S1/D IV Kependidikan atau Non Kependidikan pada perguruan tinggi yang  terakreditasi
Berstatus sebagai guru SD/MI  yang dibuktikan denga sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI
Memiliki sertifikat kepala SD yang diterbitkan oleh Lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah bagi PNS
Pendidikan minimum S1/diploma IV dalam bidang pendidikan SD/MI (D-IV/S1 PGSD/PGMI) atau psikologi
Sekolah perlu menginstruksikan dan memotivasi kepada 5 orang guru untuk menyelesaikan ke S1 kependidikan
Di sekolah kami belum memiliki tenaga administrasi yang berkualifikasi sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan

Pendidikan minimum iulusan SMK atau yang sederajat
Memiliki sertifikat kepala tenaga administrasi sekolah  bagi PNS
Pelaksana Urusan Administrasi Umum untuk SD/MI/ SDLB Pendidikan minimal lulusan SMK/yang sederajat
Sekolah kami  pengupayaan/mengajukan  tenaga administrasi yang berkualifikasi sesuai dengan syarat minimal yang ditentukan
Di sekolah kam kepala sekolah belum memiliki kompetensi kewirausahaan
Di sekolah kami kompetensi pendidik belum seluruhnya memenuhi standar minimal yang ditetapkan
Kompetensi Kewirausahaan.
Kompetensi Pedagogik  Kompetensi Kepribadian
Kompetensi Profesional
Kompetensi Sosial
Sekolah memfasilitasi peningkatan kompetensi kepala sekolah dan pendidik
Di sekolah kami belum memiliki tenaga kependidikan yang memenuhi kompetensi syarat minimal ; manajerial, pengelola informasi, kependidikan, kepribadian, sosial, dan pengembangan profesi
Di sekolah kami belum memiliki kepala tenaga laboratorium yang memenuhi kompetensi ; kepribadian, sosial, profesional, administrarif, akademik
Di sekolah kami belum memiliki  tenaga konselor yang memenuhi kompetensi ; pedagogik dan  profesional
Kompetensi Kepala perpustakaan
Kompetensi KepalaLaboratorium IPA
Kompetensi  Tenaga Laboran
Kompetensi Konselor

Sekolah kami mengusulkan  pengupayaan peningkatan kompetensi tenaga kependidikan tentang :
a.  kependidikan dan  tenaga kependidikan yang memenuhi kompetensi syarat minimal ; manajerial, pengelola informasi, kependidikan, kepribadian, sosial, dan pengembangan profesi
b.  memiliki kepala tenaga laboratorium yang memenuhi kompetensi ; kepribadian, sosial, profesional, administrarif, akademik, tenaga konselor yang memenuhi kompetensi ; pedagogik dan  profesional
Kualifikasi akademik
S1       = 4
D2      = 3
SMA   = 2



Rasio tenaga pendidik minimal S1
Memotivasi Tenaga Pendidik untuk menyelesaikan S1 dalam rangka
memenuhi rasio tenaga pendidik minimal S1
STANDAR SARANA DAN PRASARANA
Ruang perpustakaan belum tersedia
Ruang laboratorium belum tersedia
Ruang pimpinan belum  standar
Belum terdapat Ruang guru yang memenuh standar
Ruang tata usaha belum ada
Belum ada ruang tempat beribadah
Belum terdapat Ruang konseling
Ruang bermain siswa kurang dari syarat minimal
Ruang sirkulasi tidak memenuhi syarat minimal
Lapangan olahraga dan upacara tidak memenuhi syarat minimal
Ruang Perpustakaan
Ruang Laboratorium IPA
Ruang Pimpinan Luas minimum  12 m2. Lebar minimum 3 m.
Rasio minimum luas ruang guru 4 m2/guru.
Tempat Beribadah
Ruang UKS
Ruang Sirkulasi
Tempat Bermain / Berolahraga
Sekolah kami perlu melengkapi Sarpras
Jumlah peserta didik dalam setiap rombel tidak memenuhi syarat minimal

Jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar  maaksimum 28  peserta didik.
Sekolah kami perlu mengusulkan pemenuhan SNP dalam rombel
Di sekolah kami belum ada ruang laboratorium
Di sekolah kami belum ada ruang perpustakaan
Di sekolah kami belum ada tempat bermain/olahraga yang memenuhi standar
Di sekolah kami alat dan sumber belajar belum memenuhi standar
ruang perpustakaan
ruang laboratotium IPA
tempat bermain / berolahraga

Sekolah kami mengusulkan kepada pihak terkait untuk di buatkan ruang perpustakaan, pengadaan alat dan sumber belajar yang memenuhi standar,  alat dan sarana laboratorium,  serta sarana bermain dan olahraga
Sekolah kami belum  melaksanakan perbaikan / pemeliharaan sarana dan prasarana secara berkala (5 tahun)
Sekolah melaksanakan perbaikan / pemeliharaan sarana dan prasarana pada kurun waktu 5 tahun terakhir.
Sekolah kami belum  melaksanakan perbaikan / pemeliharaan sarana dan prasarana secara berkala (5 tahun)
Di sekolah kami belum memenuhi ruangan yang standar untuk ruang guru,ruang pimpinan, dan belum terdapatnya ruang perpustakaan
Di sekolah kami kondisi keamanannya belum memenuhi kriteria yang memadai dengan Lahan terletak dipinggir jalan yang mengancam keselamatan dan kesehatan
Bangunan gedung tidak dilengkapi proteksi pasif/proteksi pasif untuk penangkal petir, pencegah terjadinya kebakaran
Memiliki pagar yang tidak memenuhi standar minimal
Di sekolah kami kondisi kenyamanannya belum memenuhi kriteria karena;
Lahan berada dalam posisi yang bising
Bangunan belum memiliki sanitasi di dalam dan di luar untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pembuangan air kotor dan atau limbah, kotoran sampah, serta penyaluran air hujan
Bangunan gedung belum mampu meredam getaran dan kebisingan yang mengganggu proses pembelajaran
Setiap ruangan belum memililki temperatur dan kelembaban udara yang tidak melebihi kondisi di luar ruangan
Sekolah belum memenuhi kriteria bersih, tertib, rindang, indah, dan bersih
Kemudahan Akses :
Sekolah mudah dijangkau.
Ruang perpustakaan terletak di bagian sekolah yang mudah dicapai/dijangkau oleh peserta didik.
Ruang pimpinan mudah dicapai/dijangkau oleh guru dan tamu sekolah.
Ruang guru mudah dicapai dari halaman sekolah ataupun dari luar lingkungan sekolah, serta dekat dengan ruang pimpinan.

1.     Keamanan :
Lahan terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa.
Bangunan gedung dilengkapi sistem proteksi pasif dan /atau proteksi aktif untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan petir.
Sekolah terproteksi dari gangguan keamanan dari luar (memiliki pagar yang kokoh dan berpintu)

2.     Kenyamanan :
Lahan terhindar dari pencemaran air,  pencemaran udara, dan kebisingan.
Bangunan gedung memiliki sanitasi di dalam dan di luar untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pembuangan air kotor dan/atau limbah, kotoran dan sampah, serta penyaluran air hujan.
Bangunan gedung mampu meredam getaran dan kebisingan yang mengganggu proses pembelajaran.
Setiap ruangan memiliki temperatur
dan kelembaban udara yang tidak melebihi kondisi di luar ruangan.
Sekolah dalam keadaan: bersih, tertib, rindang, indah, dan sehat.
Sekolah kami perlu mengusulkan kepada pihak terkait perbaikan ruang pimpinan, ruang guru, dan pengadaan ruang perpustakaan yang dapat memenuhi standar
Rasio buku berbanding murid untuk mata pelajaran bahasa Inggris
Kelas 4 adalah 1 : 2
Kelas 5 adalah 1 : 2
Kelas 6 adalah 1 : 2

 1 : 1 untuk mata pelajaran bahasa Inggris Kelas 4, 5 dan 6

Memenuhi rasio buku berbanding murid untuk buku mulok bahasa inggris menjadi 1 : 1
Kursi murid kelas 2,3,4 dan kelas 5 adalah 2:3
Meja murid kelas 3 dan 4  adalah 1:3
Belum memiliki ruang perpustakaan dan Lemari perpustakaan
WC murid 3 : 199
Tempat cuci tangan 1 : 2 Kelas
Lapangan bola voli 1:199
Pintu dan jendela belum berteralis
Rasio jumlah kursi seluruh kelas adalah 1 : 1

Rasio jumlah meja seluruh kelas adalah 1:2
Memiliki ruang perpustakaan dan perlengkapannya.
Rasio 1 wc : 50 siswa
Rasio tempat cuci tangan 1 : 1 Kelas
Rasio lapangan bola voli 1 putra 1 putri
Rasio pintu dan jendela berteralis
Memenuhi rasio jumlah kursi 1:1

Memenuhi rasio jumlah meja  1:1
Mengajukan proposal pengadaan ruang perpustakaan dan perlengkapannya.
Penambahan 1 wc murid
Penambahan 3 tempat cuci tangan
Penambahan 1 lapangan bola voli
Mengadakan pengamanan dengan pemasangan teralis
STANDAR PENGELOLAAN
Warga sekolah kami belum sepenuhnya memahami Visi dan Misi sekolah
Sekolah kami belum mereviu Visi dan misi secara berkala
Sekolah kami belum mensosialisakan Visi dan misi kepada orang tua siswa dan masyarakat sekitar

Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat
Disosialisasikan kepada warga sekolah / madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan.

Sekolah kami perlu memfasilitasi semua warga sekolah , orang tua siswa dan masyarakat sekitar untuk dapat memahami Visi dan misi sekolah
Sekolah kami perlu memfasilitasi semua warga sekolah , orang tua siswa dan masyarakat sekitar untuk dapat memahami Visi dan misi sekolah
Disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan.
Sekolah kami perlu memfasilitasi pengesahan RKS oleh kemdiknas/ kemenag dan dilakukan secara mandiri,partisipatif dan akuntabel
Sekolah kami belum mensosialisasikan dengan baik RKS kepada seluruh warga sekolah
Sekolah kami belum mereviu RKS secara berkala
Disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan
Rencana kerja tahunan dilaksanakan berdasarkan rencana kerja jangka menengah.
Sekolah kami perlu memfasilitasi untuk mensosialisasikan dan mengembangkan RKS

Di Sekolah kami belum mampu melaksanakan pengembangan RKS
Sekolah merumuskan dan menetapkan tujuan serta mengembangkannya.

Sekolah kami perlu memfasilitasi pengembangan RKS
Di sekolah kami belum melaksanakan program kerja tahunan yang dinyatakan dalam RKAS secara maksimal
Di sekolah  kami belum melaksanakan RKT berdasarkan rencana program kerja jangka menengah
Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah/madrasah yang ditunjukkan dengan kcmandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas
Sekolah kami perlu memfasilitasi pengembangan RKS dan pelaksanaan program kerja tahunan dan menegah
Sekolah kami belum melaksanakan evaluasi program tahunan secara periodik
Evaluasi diri sekolah / madrasah dilakukan secara periodik berdasarkan pada data dan informasi yang sahih.
Sekolah kami perlu melaksanakan evaluasi program tahunan secara periodik
Dalam melaksanakan ketercapaiaan hasil indikator, melaksanakan pengayaan dan remidial, Sekolah kami belum mencapai hasil belajar yang maksimal
melaksanakan evaluasi proses pembelajaran secara periodik, sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun, pada akhir semester akademik
Sekolah kami perlu memfasilitasi pelaksanaan ketercapaiaan hasil indikator, pengayaan dan remidial.
Di sekolah kami belum melaksanakan  pengelolaan sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif, efisien, dan akuntabel
Di sekolah kami pelaksanaan komunikasi antar warga/ sekolah belum terprogram secara efektif dan efisien
Sekolah mengelola sistem informasi manajemen yang memadai untuk mendukung administrasi pendidikan yang efektif, efisien, dan akuntabel.
Komunikasi antar warga sekolah / madrasah di lingkungan sekolah / madrasah dilaksanakan secara efisiean, dan efektif.
Sekolah kami perlu memfasilitasi program dan pelaksanaan pengelolaan system informasi manajemen antar warga sekolah secara efektif dan efisien.
Di sekolah kami belum menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif dan mudah diakses
menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif, dan mudah diakses.
Sekolah kami perlu memfasilitasi penyediaan fasilitas informasi yang efisien, efektif dan mudah diakses

Di Sekolah kami belum menyusun program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan dengan memperhatikan standar PTK.
Di sekolah kami belum melaksanakan Program pendayagunaan PTK termasuk:
Pembagian tugas
Cara mengatasi bila kekuarangan tenaga
Menentukan sistem penghargaan
Pengembangan profesi
Di Sekolah kami belum Menerapkan secara profesional, adil, dan terbuka.
Di sekolah kami belum  mendukung upaya:
Promosi PTK
Pengembangan PTK
Penempatan PTK disesuaikan dengan kebutuhan
Mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan pada analisis jabatan

menyusun progaram pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan dengan memperhatikan standar PTK
Program pendayagunaan PTK
mendukung upaya  Promosi PTK
Pengembangan PTK.
Penempatan PTK disesuaikan dengan kebutuhan.
Mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan pada analisis jabatan
Sekolah kami perlu memfasilitasi pelaksanaan penyusunan program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan dengan memperhatikan PTK, menerapkan secara profesional, adil, dan terbuka, pembagian tugas, cara mengatasi, menentukan system, dan pengembangan profesi PTK.

Sekolah kami belum melaksanakan pemantauan pengelolaan pengawasan dilakukan oleh komite sekolah
 Di sekolah kami eveluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan belum direncanakan secara       komprehensip pada setiap akhir semester yang mengacu pada PTK
Di sekolah kami eveluasi tersebut belum sesuai dengan tugas dan keahlian, keseimbangan beban kerja, kinerja PTK
Di sekolah kami envaluasi kinerja pendidik belum memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik
Pemantauan pengelolaan sekolah / madrasah dilakukan oleh komite sekolah
Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester kepada kepala sekolah
Kepala sekolah secara terus menerus melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan.

Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensip pada setiap akhir semester dengan mengacu kepada standar PTK

Evaluasi kinerja pendidik dan harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik
Sekolah kami perlu melaksanakan dan memfasilitasi pemantauan pengelolaan pengawasan yang dilakukan oleh komite sekolah

Di sekolah kami masyarakat pendukung dilibatkan dalam pengelolaan non akademik
Di sekolah kami masyarakat peran serta dalam pengeloaan yang dibatasi pada kegiatan yang telah ditetapkan
Di sekolah kami menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan, berkaitan dengan input, proses, output, dan pemamfaatan lulusan

Masyarakat pendukung sekolah  dilibatkan dalam pengelolaan non akademik

Keterlibatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan dibatasi pada kegiatan tertentu yang ditetapkan.

Sekolah menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan, berkaitan dengan input, proses, output, dan pemanfaatan lulusan.
Sekolah kami perlu menfasilitasi pelaksanaan masyarakat pendukung yang dilibatkan dalam pengelolaan non akademik, peran serta masyarakat dalam pengeloaan, dan menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan, berkaitan dengan input, proses, output, dan pemamfaatan lulusan
Di sekolah kami keterlibatan warga sekolah dalam pengelolaan akademik dan non akademik belum sepenuhnya terlaksana dengan baik
Warga sekolah harus dilibatkan dalam pengelolaan akademik dan non akademik
Sekolah kami perlu memperbaiki dan memfasilitasi keterlibatan warga sekolah dalam pengelolaan akademik dan non akademik
STANDAR PEMBIAYAAN
Sekolah kami belum mensosialisasikan dengan baik RKS kepada seluruh warga sekolah
Sekolah kami belum mereviu RKS secar berkala
RAPBS/RKAS dirumuskan dengan perhitungan kebutuhan setahun   dan  dengan mempertimbangan perkembangan selanjutnya
Sekolah kami perlu menfasilitasi sosialisasi RKS dan mereviu secara berkala
Perumusan RAPBS/RKAS di sekolah kami belum melibatkan pemangku kepentingan yang relevan
Perumusan RAPBS/RKAS melibatkan Komite Sekolah dan pemangku kepentingan yang relevan.
Sekolah kami perlu memfasilitasi keterlibatan pemangku kepentingan dalam perumusan RAPBS/RKAS
Pembelanjaan keuangan sekolah kami belum sesuai dengan rencana anggaran
Pengelolaan keuangan sekolah kami belum dapat diketahui dengan mudah oleh semua pemangku kepentingan sekolah
Sekolah kami belum memiliki catatan logistik (uang dan barang) sesuai dengan mata anggaran dan sumber dananya masing-masing
Pengelolaan keuangan dapat diketahui dengan mudah oleh semua pemangku kepentingan sekolah.
Memiliki catatan logistik (uang dan barang) sesuai dengan mata anggaran dan sumber dananya masing-masing
Sekolah kami perlu memfasilitasi pengelolaan keuangan secara transfaran, efisien dan akuntabel

Sekolah kami belum melaporkan pengelolaan keuangan kepada masyarakat
Pelaporan dan pertanggung jawaban anggaran disampaikan sesuai dengan asal sumber 
Sekolah kami perlu memfasilitasi untuk menginformasikan keuangan kepada masyarakat
Di sekolah kami belum menyelenggarakan kegiatan kewirausahaan
Di sekolah kami belum mengidentifikasi sumber dan dan donatur
Di sekolah kami belum menyusun program penggalian dana
Sekolah mengembangkan  :Koperasi sekolah, Kantin, Wartel, Kebun sekolah, dan lainnya

Sekolah kami perlu mengusulkan untuk  menyelenggarakan kegiatan kewirausahaan, mengidentifikasi sumber dan donatur dan menyusun program penggalian dana
Sekolah kami belum mengidentifikasi dunia usaha dan dunia industr yang memiliki dana CSR
Sekolah kami melakukan kegiatan dengan melibatkan DU-DI
Sekolah kami belum melakukan kerjasama dengan DU-DI
Sekolah mengidentifikasi Du-Di yang memiliki dana CSR (Coorporate Social Responsibility)
Sekolah menyusun proposal penggalian dana ;
Sekolah melakukan aksi kegiatan dengan melibatkan Du-Di
Melakukan kerjasama dengan beberapa  Dunia Usaha dan Industri (Du-Di)
Sekolah kami perlu melakukan hubungan kerjasama, mengidentifikasi DU-DI, menyusun proposal, melakukan aksi kegiatan dan mengembangkan kegiatan
Sekolah kami belum mempunyai wadah / organisasi alumni
Sekolah kami belum mengidentifikasi alumni
Sekolah mengidentifikasi alumni
Sekolah memiliki wadah / organisasi alumni
Sekolah mempunyai program kegiatan yang melibatkan alumni
Sekolah memanfaatkan sumberdaya alumni
Sekolah kami perlu memfasilitasi untuk mengidentifikasi dan memiliki wadah/ organisasi alumni
Belum sepenuhnya Sekolah kami memberi bantuan kebutuhan perlengkapan sekolah kepada siswa kurang mampu
Biaya operasi sekolah digotong  dua kelompok; kaya dan menengah, Sedang yang miskin bebas.
Sekolah memfasilitasi pemberian bantuan kepada siswa kurang mampu

STANDAR  PENILAIAN PENDIDIKAN

Sebagian guru di sekolah kami mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai ketentuan
Mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih.
Sekolah kami perlu memfasilitasi para guru untuk mengembangkan instrument penilaian
Di sekolah kami belum menginformasikan teknik penilaian kepada peserta didik
Di sekolah kami belum menginformasikan kriteria penilaian kepada peserta didik
Di sekolah kami blum menginformasikan waktu penilaian kepada peserta didik
Menginformasikan  kepada peserta didik setiap menjelang ulangan
Sekolah kami perlu menginformasikan teknik dan kriteria penilaian kepada peserta didik
Di sekolah kami belum semua pendidik melaksanakan Ulangan Harian setiap Kompetensi Dasar
Ulangan dilakukan berkelanjutan untuk memantau kemajuan dan  perbaikan pembelajaran.
Sekolah kami perlu memfasilitasi para pendidik untuk melaksanakan ulangan harian pada setiap Kompetensi Dasar
Sebagian pedidik di sekolah kami menerapkan tes tertulis, lisan, dan tes praktek atau tes kinerja
Di sekolah kami belum semua pendidik menerapkan teknik observasi atau pengamatan selama pembelajaran berlangsung dan/ atau di luar kegiatan pembelajaran
Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja.
Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaranberlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran.
Di sekolah kami perlu menfasilitasi para pendidik untuk menerapkan berbagai teknik penilaian
Di sekolah kami belum semua guru memberikan masukan dan komentar serta menginformasikannya secara individual dan berkala dari hasil penilaiannya.
Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/komentar yang mendidik
Sekolah kami guru perlu memberikan masukan dan komentar serta menginformasikannya secara individual dan berkala dari hasil penilaiannya
Di Sekolah kami belum semua pendidik melaksanakan analisis hasil ulangan
Di Sekolah kami belum semua pendidik menginformasikan hasil ulangan kepada peserta sebelum diadakan ulangan harian berikutnya
Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya.
Sekolah perlu memfasilitasi semua pendidik untuk melaksanakan analisis hasil ulangan
Sekolah kami belum semua guru melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru PAI dan hasil penilaian kepribadian kepada guru PKn sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan katagori sangat baik, baik atau kurang baik
Guru melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat balk, baik atau kurang baik.
Sekolah kami perlu memfasilitasi semua guru untuk melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru PAI dan hasil penilaian kepribadian kepada guru PKn sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan katagori sangat baik, baik atau kurang baik
Di sekolah kami orangtua peserta didik belum semua menganalisa laporan hasil belajar dari guru/sekolah
Di sekolah kami orangtua peserta didik belum semua memberi motivasi belajar kepada putera/puterinya
Di sekolah kami orangtua peserta didik belum semua memberi fasilitas belajar kepada putera/puterinya
Orangtua peserta didik menganalisa laporan hasil belajar dari guru/sekolah.
Orangtua peserta didik memberi motivasi belajar kepada putra / putrinya.
Orangtua peserta didik memberi fasilitas belajar kepada putra / putrinya.
Di sekolah kami perlu memfasilitasi dan memberikan pengertian kepada orang tua peserta didik untuk melakuakan analisa laporan hasil belajar , memberi motivasi belajar dan memberi fasilitas belajar kepada putera/puterinya

























BAB III
KONDISI SEKOLAH YANG DIHARAPKAN

Visi
Misi
Tujuan
Sasaran
Indikator Kinerja
Terwujudnya siswa yang unggul dalam prestasi
1.   Membekali siswa dalam menghadapi perkembangan jaman.
2.   Mempersiapkan peserta didik agar mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
3.   Menyiapkan siswa yang kreatif dan terampil.
Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, dan mengikuti pendidikan lebih lanjut dengan meningkatkan prestasi akademik peserta didik
1. Pada tahun 2015 siswa lulusan SDN Sukaslamet III mampu menghadapi perkembangan jaman.
2. pada tahun 2015 prestasi UN berpredikat memuaskan 6,49
3. Pada tahun 2015 siswa memiliki life skill.
                   
Pada tahun 2015 kurikulum untuk jenis pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas 5 kelompok mata pelajaran
Pada tahun 2015 Kurikulum didasarkan pada 7 prinsip pengembangan    kurikulum
Pada tahun 2015 Muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan karakter daerah, kebutuhan sosial masyarakat dan kondisi budaya,usia peserta didik, dan kebutuhan pembelajaran
Pada tahun 2015 100 % guru membuat RPP berkarakter
Pada tahun 2015 Setiap guru menyusun RPP secara lengkap dan sistematis
Pada tahun 2015 100% guru menerapkan prinsip-prinsip PAIKEM/CTL
Pada tahun 2015 penyusunan RPP dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik
Pada tahun 2015 perpustakaan dan lingkungan dimanfaatkan sebagai sumber belajar
Pada tahun 2015 rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per mata pelajaran
Pada tahun 2015 supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran
Pada tahun 2015 rata-rata nilai UN sebesar 6,49 berpredikat cukup
Pada tahun 2015 hasil lulusan ujian dapat berhasil 100 % untuk setiap tahunnya dan rata-rata nilai meningkat
Pada tahun 2015 jumlah guru kelas sama dengan jumlah rombel, ditambah beberapa guru mata pelajaran sesuai dengan keperluan
Pada tahun 2015 Sekolah kami memiliki Sarpras yang lengkap
Pada tahun 2015 jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar  maaksimum 28  peserta didik
Pada tahun 2015 rasio buku pelajaran  1 : 1 untuk mata pelajaran bahasa Inggris Kelas 4, 5 dan 6
Pada tahun 2015 Rasio jumlah kursi seluruh kelas adalah 1 : 1
Rasio jumlah meja seluruh kelas adalah 1:2
Memiliki ruang perpustakaan dan perlengkapannya.
Rasio 1 wc : 50 siswa
Rasio tempat cuci tangan 1 : 1 Kelas
Rasio lapangan bola voli 1 putra 1 putri
Rasio pintu dan jendela berteralis
Pada tahun 2015 melaksanakan evaluasi program tahunan secara periodik
Pada tahun 2015 memfasilitasi pelaksanaan ketercapaiaan hasil indikator, pengayaan dan remidial.
Pada tahun 2015 menyusun progaram pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan dengan memperhatikan standar PTK
Program pendayagunaan PTK
mendukung upaya  Promosi PTK
Pengembangan PTK.
Penempatan PTK disesuaikan dengan kebutuhan.
Mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan pada analisis jabatan
Pada tahun 2015 Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester kepada kepala sekolah
Kepala sekolah secara terus menerus melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan.
Pada tahun 2015 memiliki wadah/ organisasi alumni
Pada tahun 2015 Sekolah memfasilitasi pemberian bantuan kepada siswa kurang mampu
Pada tahun 2015 mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih.
Pada tahun 2015 Sekolah menginformasikan teknik dan kriteria penilaian kepada peserta didik
Pada tahun 2015 para pendidik melaksanakan ulangan harian pada setiap Kompetensi Dasar
Pada tahun 2015 para pendidik menerapkan berbagai teknik penilaian
Pada tahun 2015 Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/komentar yang mendidik
Pada tahun 2015 hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya
Pada tahun 2015 Orangtua peserta didik menganalisa laporan hasil belajar dari guru/sekolah.
Orangtua peserta didik memberi motivasi belajar kepada putra / putrinya.
Orangtua peserta didik memberi fasilitas belajar kepada putra / putrinya.
Terwujudnya siswa yang mengedepankan dedikasi
Menciptakan suasana sekolah yang kondusif, bersih, tertib,  indah dan nyaman.
Meletakkan dasar kepribadian untuk hidup mandiri
Pada tahun 2015 SDN Sukaslamet III mampu menciptakan suasana sekolah yang kondusif, bersih, tertib,  indah dan nyaman dengan melengkapi sarana dan prasarana.
Pada tahun 2015 Sekolah memfasilitasi peningkatan kegiatan ekstrakurikuler, dan pengembangan ekstrakurikuler dengan melibatkan masyarakat
Pada tahun 2015 Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya
Pada tahun 2015 peserta didik memahami dan melaksanakan  makna disiplin, toleransi, kejujuran, kerja keras dan perhatian kepada orang lain
Pada tahun 2015 guru memberikan layanan pembelajaran dengan kualitas  bagi semua peserta didik, termasuk peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus dengan mengangkat pendidik/ guru khusus
Pada tahun 2015 lima orang guru menyelesaikan S1 kependidikan
Pada tahun 2015 Sekolah memfasilitasi peningkatan kompetensi kepala sekolah dan pendidik
Pada tahun 2015 Sekolah memfasilitasi peningkatan kompetensi kepala sekolah dan pendidik
Pada tahun 2015 terjadi perbaikan ruang pimpinan, ruang guru, dan pengadaan ruang perpustakaan yang dapat memenuhi standar. Pengadaan alat dan sumber belajar yang memenuhi standar,  alat dan sarana laboratorium,  serta sarana bermain dan olahraga
Pada tahun 2015 semua warga sekolah , orang tua siswa dan masyarakat sekitar dapat memahami Visi dan misi sekolah
Pada tahun 2015 pengesahan RKS oleh kemdiknas dan dilakukan secara mandiri,partisipatif dan akuntabel










Terwujudnya siswa yang dilandasi dengan iman dan taqwa
Membentuk siswa yang berprilaku baik.
Meletakkan dasar akhlak mulia
Pada tahun 2015 siswa SDN Sukaslamet III menunjukkan prilaku baik.
Pada tahun 2015 Guru melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat balk, baik atau kurang baik.







Sebagaimana visi dan misi yang sudah ditetapkan di atas serta memperhatikan faktor kunci keberhasilan, perlu ditetapkan tujuan sekolah selama 4 (empat) tahun ke depan yaitu dari tahun pelajaran 2011/2012 sampai dengan 2014/2015. Mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditentukan dan mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan serta memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh Kepala Sekolah, tujuan sekolah yaitu:

1.    Meningkatkan pengamalan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) pada seluruh warga sekolah.
2.    Meningkatkan jumlah sarana dan prasarana serta pemanfaatannya yang mendukung peningkatan prestasi akademik dan non akademik.
3.    Meningkatkan pengamalan shalat berjamaah (zhuhur) di sekolah.
4.    Meningkatkan nilai rata-rata UN secara berkelanjutan.
5.    Mewujudkan tim olahraga dan kesenian yang mampu bersaing di tingkat Kecamatan dan Kabupaten.
6.    Meningkatkan jumlah lulusan yang diterima di jenjang sekolah yang lebih tinggi;
7.    Meningkatkan kepedulian warga sekolah terhadap kesehatan, kebersihan, dan keindahan lingkungan sekolah.
Mewujudkan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang diperhitungkan oleh masyarakat kabupaten pada khususnya dan provinsi pada umumnya.

No comments:

Post a Comment